Kondisi lahan yang terletak di dataran tinggi dengan pemandangan terbaik ke arah laut, menjadi salah satu pegangan arsitek dalam mengonsep rumah tinggal yang merangkap menjadi fasilitas bagi komunitas pemiliknya yang sering diundang kerumah ini. pemilik yang juga tokoh masyarakat yang mencintai seni budaya, menjadikan rumahnya semacam galeri yang bisa dinikmati oleh para tamunya. Bangunan seluas 902 m² ini cukup menantang dalam pembuatannya, karena pekerjaan yang berupa renovasi ini waktu pelaksanaannya hanya dibatasi empat setengah bulan saja.
Lokasi yang sangat strategis berupa tanah seluas 2180 m² terletak disudut jalan, memungkinkan Arsitek menawarkan pilihan pengaturan layout bangunan dengan lebih banyak memanfaatkan keberadaan view laut yang indah. Posisi bangunan dibuat memanjang arah utara - selatan, sehingga bukaan jendela kaca ke arah laut bisa optimal dan tidak bertentangan dengan arah edar matahari.
Ide dasarnya adalah bagaimana merancang bangunan baru dengan mewadahi kebutuhan ruang yang beragam dan banyak, tetapi tetap mempertahankan dan memanfaatkan keberadaan bangunan eksisiting, mengingat lokasi proyek ini cukup jauh dari jakarta dan waktu yang singkat. Oleh karenanya pola ruang dari bangunan awal tetap dimanfaatkan, kecuali tambahan fungsi - fungsi ruang tambahan yang memerlukan konstruksi bangunan baru.
Gubahan massa bangunan terdiri dari tiga kelompok berdasarkan fungsi kegiatan yang berbeda dan pemanfaatan bangunan eksisting, diikat oleh bangunan koridor penghubung. Konsep tampilan yang dipilih adalah arsitektur modern yang simple & clean, sehingga memiliki daya tarik tersendiri berbeda dengan bangunan lain yang ada disekitarnya. Karena posisi bangunan berada di dataran tinggi yang terbuka, maka bangunan modern ini menjadi salah satu point of interest yang ditangkap mata pengguna jalan dilihat dari kejauhan.
Sebagai rumah tinggal sementara atau lebih tepat disebut wisma, rumah ini juga dilengkapi dengan kamar tidur utama, kamar tidu rlain, ruang makan, dapur dan pantry.
Hanya karena komunitas pemilik didaerah ini cukup banyak dan kerap dilakukan pertemuan, maka ruang tamunya sengaja dibuat luas. Area privat ditempatkan di lantai atas, bahkan terdapat ruang kerja pemilik tidak jauh dari kamar tidur utama yang juga mempunyai view menghadap kearah laut.
Dan untuk warna bangunan dipilih putih sesuai dengan konsep bangunan modern, dan karena mayoritas konteks bangunan dengan lingkungan sekitarnya adalah warna putih.
Project Team : B.E Amyanto, ST M. Reza, ST YozaWiranda, ST Yandi Rohendi, ST DedeSukendar